Art & Craft Movements

Pameran Dari Vienna Secession, 1903

Art and craft movement adalah suatu gerakan pada akhir masa revolusi industri yang mementingkan komitmen kerja dan keindahan. Penganutnya menolak estetika yang dihasilkan oleh produksi secara massal, yang dianggap sebab utama hilangnya keindahan individual. Art and craftmovement merupakan pergerakan seni yang dangat penting dan paling berpengaruh, yang dikenal dari Inggris sekitar 250 tahun yang lalu

Art and craft movement memberikan kesan kembali ke periode gothic, roccoco, dan renaisans. Salah satu ciri utamanya adalah karya seni dibuat secara individu oleh seniman dengan sentuhan artistik yang khas. Setiap karya digarap dengan serius dan teliti.

The Arts and Crafts movement berkembang di Inggris sekitar akhir pertengahan abad ke-19, lalu aliran ini diambil alih oleh desainer-desainer Amerika, degan hasil-hasil karya yang berbeda-beda. Di United States, aliran art & craft juga di kenal sebagai “aliran Mission”

Gerakan ini, yang menentang gaya-gaya yang ada di era Victorian, terinspirasi oleh tokoh-tokoh reformasi social, seperti Walter Crane and John Ruskin, bersama-sama memiliki idealisme sebagai reformasi dan juga desainer

Mereka percaya kalau desain yang baik adalah yang berhubungan dengan masayarakat yang baik pula. Ini adalah pandangan dari masyarakat, dimana para pekerja tidak diperlakukan secara kejam dan tidak manusiawi, perti yang ditemukan di pabrik-pabrik, tetapi lebih mendapat pernghargaan dari karya-karyanya dan juga kemampuannya. Munculnya golongan konsumen bersamaan dengan munculnny industri percatakan yang dengan mesin. Dalam masa ini, industri sering kali desainnya berkualitas buruk. Ruskin, Morris, dan yang lain berkeinginan akan lebih baik bila tiap karya-karya individu dapat bangkit kembali. Pekerja-pekeja dapat memproduksi benda-benda yang indah dan juga berseni, yang menperlihatkan hasil –hasil dari karya “handmade” yang begitu baik, yang tidak dapat di buat oleh pabrik-pabrik yang menggunakan produksi masa. Dengan tujuan dari pembuatan desainini…. ” for the people and by the people, and a source of pleasure to the maker and the user.” Pekerja dapat membuat karya-karya yang indah yang mungkin dapat meningkatkan kualitas hidup dari orang-orang, dan di saat yang sama juga membuka lapangan kerja bagi seniman-seniman.

Bauhaus

007-bauhaus.jpgBauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius.. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.

ART NOUVEAU

Alphonse

Eugene Grasset, Poster pameran, 1894bingalerie.jpgalphonsemuchakemasankerof6th.jpgkatsushikahokusaiew9th.jpgprivatlivemontposterkopse1th.jpgsebuahposterkaryasenimagz5th.jpgArt Nouveau

Art Nouveau atau seni baru adalah sebuah aliran seni yang memiliki gaya dekoratif tumbuhan (flora) yang meliuk-liuk. Aliran ini muncul di Eropa dan Amerika mulai tahun 1819 hingga menjelang perang dunia pertama (1914). Namun pendapat lain mengatakan Art Nouveau berakhir tahun 1920 oleh klasisisme pasca perang. Pada dasarnya aliran ini muncul sebagai sebuah reaksi terhadap industrialisasi dan gaya mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang-barang kebutuhan manusia. Oleh karena itu ukiran dan ulir flora yang dibuat juga cenderung tampil “berlebihan” untuk menekankan keterampilan yang sifatnya sangat emosional. Gaya ini diaplikasikan dalam seni, arsitektur, furnitur serta perabot logam dan ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Nama Art Nouveau diambil dari nama sebuah toko di Paris yang dibuka tahun 1895 oleh Siegfried Bing. Di Eropa aliran ini menggunakan beberapa nama:

- di Jerman : Jugendstil (gaya muda) dari nama sebuah majalah Die Jugend.

- di Austria : Vinna Secession

- di Italia : Stile Liberty

- di Spanyol : Modernista

- di Inggris : Glassgow School

Tokoh-tokohnya adalah Charles Rennie Mackintosh (Inggris), Henry Van de Velde (Austria), seorang Arsitek Antoni Gaudi (Spanyol). Gaya Art Nouveau pada awalnya dimaksud sebagai sebuah seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan (popular art) namun dalam kenyataannya lebih banyak diterapkan dalam seni dan barang-barang untuk konsumsi orang-orang kaya.

Berbagai penemuan dan perkembangan teknologi yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, pada akhirnya akan mempengaruhi pula kehidupan sosial-budaya serta kondisi psikologisnya, termasuk juga rasa akan keindahan yang terungkap dari munculnya berbagai aliran dalam seni. Munculnya berbagai aliran seni ini kemudian diapresiasi dan mempengaruhi pula rasa estetis masyarakat luas. Oleh karena itu untuk memahami perkembangan desain tidak lepas dari bagaimana perkembangan seni dan berbagai aliran seni yang muncul. Menjelang dan selama munculnya Revolusi Industri, bermunculkan pula berbagai aliran seni lain selain Art and craft movement dan Art Nouveau di atas.

Revolusi Industri tidak saja menimbulkan reaksi pemikiran dan gerakan seni dan kriya yang menolak, tetapi juga bidang profesi baru yang pada awalnya disebut seni terapan. Hal ini terjadi sejalan dengan kebutuhan dunia industri akan sarana promosi. Media promosi yang efektif pada saat itu adalah media poster.

 

Art Nouveau adalah sebuah aliran/ langgam/ style seni rupa modern yang marak pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 di Eropa daratan. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Karya Art Nouveau biasanya dicirikan dengan bentuk-bentuk plastis dan organis, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Di arsitektur ada beberapa nama yang identik dengan Art Nouveau, misalnya kota Barcelona dan Katedral La Sagrada Familia yang identik dengan arsitek Antonio Gaudi dan C.R. Mackintosh. Art Nouveau dapat diidentikan dengan cita rasa seni bangunan yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi, belum lagi dengan penerapan bahan yang mahal. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau, seperti reproduksi poster-poster karya Mucha Alphonse (atau eksponen Art Nouveau lain: Klimt, Moreau, Munch, Toulouse-Lautrec).

Zaman ini merupakan pergerakan revolusioner dimana adanya pembatas yang tegas antara seni murni dan seni terpakai. Art Nouveau lebih menitik beratkan pada konsep pemahaman kehidupan modern dan metode produksi. Seniman diharuskan berkreasi mulai dari arsitektur hingga furniture design, sehingga seni merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Keindahan dan harmoni merupakan bagian dari kehidupan keseharian; seniman turut serta membuat kehidupan manusia lebih indah.

‘Function follows form’ merupakan penanda zaman ini. Ciri seni zaman ini adalah; sedikit dekorasi, sederhana dan indah. Art Nouveou sangat mempengaruhi perkembangan gaya De Stijl (Belanda; 1920an) dan Sekolah Bauhaus di Jerman (1920an-1930an).

Art Nouveau merupakan gaya hiasan khas pada periode 1890-1910. Ciri utamanya adalah garis-garis mengalir. Pola itu berdasarkan bentuk tumbuhan dan pengaruh lukisan Jepang. Art Nouveau merupakan salah satu aliran seni lukis periode itu, terutama di Wina. Art Noveau terutama berkaitan dengan rancangan barang-barang sehari-hari seperti perhiasan, alat makan , barang pecah belah, dan perabot rumah tangga.

Art Nouveau lebih dipentingkan akan masalah seni, sedangkan pada aliran struktur rasionalism didasarkan pada masalah kejujuran dalam arsitektur. Lagam Art Nouveau sangat dikenal karena setiap elemen seninya selalu menunjukan sesuatu yang bergerak dan meliuk-liuk. Kalau dalam struktur rasionalism, konstruksi bangunan ditonjolkan asal konstruksi tersebut benar dan menjadi suatu keindahan struktur.

 

ART DECO

180px-chrysler_building-_top.jpganticlopedia_art_deco_modernist_lamp_light_lighting_pict0073.jpgart-deco.jpgart_deco_header.jpgart_deco_lady_silver_250.jpgbreezebook.jpgl34324.jpgART DECOBerawal dari pameran yang berjudul Paris expositiondes Art Decoratifs et industries pada tahun 1925 di Perancis, didapatlah nama art deco. Dalam kamus karya Guy Julier Art Deco tidaklah dianggap sebagai sebuah gerakan namun hanyalah gaya atau kecenderungan dalam desain. Art Deco pada awalnya muncul dan berkembang di Perancis diantara 2 perang dunia pada tahun 1920-an, mengantisipasi perkembangan teknologi. Kehebatan mesin dan dunia transportasi seperti pesawat terbang dan kapal laut menjadi inspirasi dan pendukung berkembangnya gaya ini. Gaya ini dipengaruhi oleh aliran Kubisme, Konstruksionisme,Modernisme,Art Noveau, Bauhaus dan Fauvisme serta juga gaya Mesir dan Indian Aztec, Amerika Selatan. Selain itu juga gaya pedesain – pedisain Modernisme awal seperti Josef Hoffmann,Ftrank Lloyd Wright, Adolf Loos juga banyak diserap kedalam Art Deco. Di Amerika gaya Art Deco juga menghasilkan pendekatan baru dalam desain untuk kendaraan transportasi yaitu, munculnya ornament – ornament dekoratif yang memanfaatkan unsur – unsur garis hias yang mengesankan gerak dan kecepatan. Jaman Art Deco sangat terkenal dengan mobil, kapal laut, dan pesawat terbang yang dianggap sebagai simbol modernitas.Gaya Art Deco banyak dimanfaatkan dalam arsitektur, desain grafis, desain otomotif, desain furniture, desain produk. Ketika pedesain modernis berkutat pada fungsionalisme dan formalisme untuk mendapatkan desain yang ideal dan universal namun elitis, maka Art Deco muncul untuk memenuhi selera dan kebutuhan konsumen kelas menengah keatas yang sesat. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern. Gaya Art Deco ini disebut juga Moderne atau Modernistik yaitu perpaduan antara bentuk baru yang disederhanakan dengan kecenderungan dekoratif lama. Desain Art Deco banyak menggunakan bahan – bahan mahal dan sedikit ornament hias. Ornament yang digunakan lebih beraturan dan banyak menggunakan garis – garis lurus atau persegi.Bahasa visual Art Deco yang bersifat heroic dan futuristic membuat gaya ini dapat diterapkan pada materi pesan apapun baik komersial maupun untuk politik. Art Deco adalah kecenderungan visual yang murni gaya, tanpa ideology apapun. Gaya Art Deco menyebar di berbagai negara Eropa. Perancis sebagai pusat Art Deco telah memiliki sekolah seni dekoratif The Martine School sejak tahun 1911. Walaupun pada saat itu modernisme yang mengutamakan fungsionalisme dalam desain sedang berkembang, namun kelas menengah yang mampu tetap memiliki kecenderungan estetis pada gaya dekoratif. Di Perancis perkembangan Art Deco ini juga dipengaruhi oleh dunia mode.Dalam desain grafis tokoh Art Deco yang terkenal terutama Perancis adalah AM, Cassandre, Jean Carlu. Desain Art Deco seringkali juga memanfaatkan bahan – bahan sederhana untuk menampilkan kesan mewah. Namun tidak seluruh gaya Art Deco dapat disebut mewah, karena gaya Art Deco untuk arsitektur di Amerika justru dapat menekan biaya produksi. Pad gedung – gedung bioskop jaringan Odeondi Amerika pada tahun 1930-an di Amerika, Art Deco banyak digunakan sehingga seringkali disebut “gaya Odeon”.Bila Morenisme menggunakan pendekatan “Less is More” maka Art Deco mencoba tampil ditengah – tengah jaman modenisme tetapi dengan memanfaatkan ornamen hias. Bila Morenisme berpegang pada “form follow function” maka Art Deco tiba – tiba tampil dengan gaya hiasannya. Art Deco banyak digunakan untukb menampolkan kesqan futuristik. Di Jerman gaya geometris Bauhaus digabungkan dengan bentuk – bentuk yang ekspresifbanyak dimanfaatkan oleh para pedesain. Di Swiss gaya Art Deco merupakan asimilasi antara gaya Art Deco Perancis yang romantis dan gaya Art Deco Jerman menghasilkan gaya khas Swiss. Di negara – negara seperti Italia, Inggris dan Amerika gaya Art Deco pun banyak digemari. Di Amerika, gaya Art Deco dipengaruhi oleh ornamen – ornamen Indian Amerika Utara ataupun Indian Aztec. Ney York dianggap sebagai ibukota Art Deco di Amerika. Di New York terdapat gedung Chrysler yang bercirikan Art Deco.Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Istilah Art Deco diambil dari Eksposisi 1925, meskipun baru pada 1960-an istilah ini diciptakan, ketika terjadi kebangkitan kembali Art Deco.

Salah satu desainer furniture yang terkenal saat itu adalah Jacques-Emile Ruhlman, whose company, Ruhlman and Laurent, menjadi salah satu desain interior yang terkenal di Perancis. Ia pertama kali melaksanakan eksebisi pada tahun 1913di Salon d’Automne dimana dia mendapatkan penghargaan gaya furniture yang mewah

Konstruktivisme

constructivism_naum_gabo.jpgkon.jpgscrabrrrrraannglow.jpgKonstruktivisme

Berkembang sekitar tahun 1914 hingga 1920,merupakan pengaruh kubisme yang berkembang di Rusia.Estetika menurut seniman Konstruktivisme berkaitan dengan bentuk atau bidang geometris kinetic,sebagai sebuah cerminan jaman modern yang dikuasai oleh mesin.Menurut El Lissitzky bidang persegi empat adalah sumber dari segala ekspresi kreatif.Para seniman Konstruktivisme adalah pelopor pembaruan (Russian Avant-garde) seni Rusia.Seni harus dinikmati oleh semua kelas masyarakat secara merata.Tidak boleh ada pembedaan seni untuk kelas atas(kaum borjuis)maupun untuk kelas bawah(kaum proletar),Konstruktivisme adalah seni resmi untuk pemerintahan Bolshevik di Rusia.Konstruktivisme bersama Futurisme dan De Stijl banyak mempengaruhi desain grafis ketika seniman-seniman aliran tersebut mengajar di sekolah Bauhaus.El Lissitzky juga banyak bereksperimen dengan fotogram,(“memotret tanpa kamera” yaitu mengolah cahaya pada kertas foto di kamar gelap).

futurisme

45.jpgscrabrrrrraannglow.jpgFUTURISME (1909-1914)

Futurisme merupakan kelanjutan dari gaya kubisme. Gaya futurisme lebih menceritakan tentang perkembangan teknologi. Mobil, pesawat, kota industri, yang menitik beratkan gambaran kehidupan manusia modern dan hasil teknologi melebihi penceritaan alam sekitar seperti halnya yang dilakukan seniman-seniman pada masa sebelum futurisme.

Ini adalah aliran seni di Italia didirikan tahun 1909 oleh Filippo Marinetti, seorang sastrawan. Gerakan ini mendapat inspirasi dari kehidupan yang berubah manjadi modern berkat tekhnologi mesin yang menghasilkan unsur gerak dan kecepatan sebagai unsur yang sangat berpengaruh bagi kehidupan manusia di awal abad ke-20. Tokoh futurisme dalam seni sastra selain Marinetti adalah Giacomo Balla, Ardengo Soffici dan Stephane Mallarme. Futurisme kemudian juga berkembang dalam seni rupa. Hal utama dalam futurisme adalah bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan dalam lukisan :” ….the futurist developed the concept of ‘dynamism’, the representation of humanity or machines in action…” (Doro, 1944 : 135). Futusime memanfaatkan prinsip aneka tampak (multiple viewpoints) yang dikembangkan kubisme – selain juga memperngaruhi De Stijl.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsur ekspresi dalam desain. Artinya, dalam futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair – penyair futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam berpuisi.

De Stijl

compo1.jpgde_stijl_40.jpgrietveld_chair_1.jpgDe Stijl atau dalam Bahasa Inggris the style adalah gerakan seni di sekitar tahun 1920an. Konsep ini berkembang seiring terjadinya perang dunia pertama yang berlarut-larut. Komunitas seni de Stijl kemudian berusaha memenuhi keinginan masyarakat dunia mengenai sistem keharmonisan baru di dalam seni.

Konsep ini diwujudkan dalam pemikiran utopia. Mereka mewujudkan abstraksi dan keuniversalan dengan mengurangi campur tangan bentuk dan kekayaan warna semaksimal mungkin. Komposisi visual disederhanakan menjadi hanya bidang dan garis dalam arah horisontal dan vertikal, dengan menggunakan warna-warna primer seperti merah, biru, dan kuning di samping bantuan warna hitam dan putih.

Dalam kebanyakan karya seni, garis vertikal dan horisontal tidak secara langsung bersilangan, tetapi saling melewati satu sama lain. Hal ini bisa dilihat dari lukisan Mondrian, Rietveld Schröder House, dan Red and blue chair.

Pengaruh dan perkembangan

Konsep de Stijl banyak dipengaruhi filosofi matematikawan M. H. J. Schoenmaekers. Piet Mondrian, kemudian mempublikasikan manifes seni mereka Neo-Plasticism pada tahun 1920, meskipun istilah ini sebenarnya sudah digunakan olehnya pada 1917 di Belanda dengan frase Nieuwe Beelding. Pelukis Theo van Doesburg kemudian mempublikasikan artikel De Stijl dari 1917 hingga 1928, menyebarkan teori-teori kelompok ini. Perupa de Stijl antara lain pematung George Vantongerloo, dan arsitek J.J.P. Oud dan Gerrit Rietveld.

Pada dasarnya aliran de Stijl hanya bergerak dalam dunia lukis. Sebab bagaimanapun konsep de Stijl adalah abstraksi secara ideal komposisi warna dalam bentuk dua dimensi, walaupun kemudian juga menghasilkan kesan ruang. Pemanfaatannya sangat banyak di dalam interior dan arsitekrur. namun seperti yang ditulis oleh Piet Mondrian bahwa de Stijl tetaplah sebuah konsep ideal dalam dua dimensi. Meskipun Theo van Doesburg berusaha keras memperjuangkan pengaplikasiannya dalam dunia arsitektur, de Stijl tetaplah hanya menjadi bahan pertimbangan dalam pengolahan bidang-bidang warna, bukan arsitekturnya sendiri.

de Stijl meredup seiring perpecahan di antara Theo van Doesburg yang aplikatif dan Piet Mondrian yang teoritis. Hingga akhirnya majalah de Stijl terakhir kali terbit untuk mengenang kematian Theo van Doesburg.